Rabu, 29 Juli 2015

Apa hukumnya bersujud kepada kuburan

Tanya : Apa hukumnya bersujud kepada kuburan dan menyembelih (hewan)
diatasnya ?

Jawab : Bersujud diatas kuburan dan menyembelih hewan adalah perbuatan
penyembah berhala pada zaman jahiliah dan merupakan syirik besar. Karena
keduanya merupakan ibadah yang tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah
semata, barangsiapa yang mengarah-kannya kepada selain Allah maka dia adalah
musyrik. Allah ta’ala berfirman:

لِسْ مُ لْا لُ وَّ أَ ا نَ أَ وَ تُرْ مِ أُ كَ لِ ذَ بِ وَ هُ لَ كَ يْ رِشَ اَل . نَ يْ مِ لَا عَ لْا بِّ رَ هِ لَّل ي تِا مَ مَ وَ يَا يَحْ مَ وَ ي كِسُ نُ وَ ي تِ اَلصَ نَّ إِ لْ قُ “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah
untuk Allah, Pemelihara semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah
aku diperintahkan dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri
(kepada Allah) “ (Al An’am 162-163)

Dan Allah juga berfirman:
رْ حَ نْا وَ كَ بِّ رَ لِ لِّصَفَ . رَ ثَوْ كَ لْا كَ نَ يْ طَعْ أَ ا نَّ إِ
“ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak . Maka
dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah “ (Al Kautsar 1-2)
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa bersujud kepada
kuburan dan menyembelih hewan adalah perbuatan ibadah yang jika diarahkan
kepada selain Allah merupakan syirik besar. Tidak diragukan bahwa perbuatan
seseorang yang bersujud kepada kuburan dan menyembelih diatasnya adalah
karena pengagungannya dan penghormatannya (terhadap kuburan tersebut).

Diriwayatkan oleh Muslim dalam hadits yang panjang, bab Diharamkan-nya
menyembelih hewan selain Allah Ta’ala dan laknat-Nya kepada pelaku tersebut.
هِللا لُوْسُرَ يِن ثَ دَّ حَ : لَا قَ هُ نْ عَ هُللا يَضِرَ بٍ لِا طَ ي بِ أَ نْ بِ ي لِ عَ نْ عَ ej لِ حَ بَ ذَ نْ مَ هُللا نَ عَ لَ ؛ تٍا مَ لِ كَ عِ بَرْ أَ بِ
ضِرْ أَلا رَا نَ مَ رَ يَّ غَ نْ مَ هُللا نَ عَ لَ ، اًث دِحْ مُ ى وَآ نْ مَ هُللا نَ عَ لَ
“ Dari Ali bin Thalib radiallahuanhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam
menyampaikan kepadaku tentang empat hal: Allah melaknat orang yang yang
menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang
tuanya, Allah melaknat orang yang melindungi pelaku keonaran, Allah melaknat
orang yang merubah tanda-tanda bumi “

Abu Daud meriwayatkan dalam sunannya dari jalur Tsabit bin Dhohhak
radiallahuanhu, dia berkata : Seseorang ada yang bernazar untuk menyembelih
onta di Buanah (sebuah nama tempat –pent), maka bersabda Rasulullah Shalallahu
'alaihi wassalam : “Apakah disana ada berhala jahiliah yang disembah?”, mereka
berkata: “tidak“, kemudian beliau berkata lagi: “ Apakah disana ada perayaan
mereka (orang jahiliah)?“, mereka berkata: “tidak ya Rasulullah Shalallahu 'alaihi
wassalam “, maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam : “
Tunai-kanlah nazarmu, sesungguhnya tidak boleh ditunaikan nazar dalam rangka
bermaksiat kepada Allah atau atas apa yang tidak dimiliki anak Adam ” .

Hadits diatas menunjukkan dilaknatnya orang yang menyembelih untuk selain Allah
dan diharamkannya menyembelih ditempat yang diagungkan sesuatu selain Allah,
seperti berhala, kuburan, atau tempat yang biasa dijadikan berkumpulnya
orang-orang jahiliyah, meskipun hal tersebut dilakukan karena Allah ta’ala .

(Dinukil dari :
ءاتفإلاو ةيملعلا ثوحبلل ةمئادلا ةنجللا ىواتف
Kumpulan Fatwa al Lajnah ad Daimah li al Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al Ifta, Lembaga
tetap pengkajian ilmiah dan riset fatwa Saudi Arabia. P.O. Box 1419 Riyadh 11431)

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar