Selasa, 28 Juli 2015

Dalil-dalil dan hukum mencukur jenggot/lihyah bagi laki-laki

Sirah atau sejarah semua rasul-rasul dan nabi-nabi sampai ke sirah Nabi
Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam serta tarikh semua para sahabat terutama
Khulafa ar Rasyidin telah didedahkan kepada kita bahwa mereka semua didapati
memelihara jenggot karena mengimani dan mentaati setiap perintah agama dan
berpegang kepada fitrah yang diturunkan kepada rasul yang diutus untuk mendidik
dan menunjukkan mereka jalan kebenaran.

Mereka yakin hanya dengan mentaati
Nabi atau Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dalam semua aspek akan berjaya di
dunia dan di akhirat. Antara kisah nabi yang terdapat di dalam al-Quran yang
disebut dengan jenggot ialah kisah Nabi Harun sebagaimana firman Allah: "Harun
menjawab : Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang jenggotku dan jangan pula
kepalaku". (QS Thaha, 20:94).

Para Isteri Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wassalam juga suka melihat Nabi berjenggot sehingga ada yang meletakkan
minyak wangi di jenggot dan jambang Nabi. Sebagaimana hadits sahih di bawah ini:
"Dari Aisyah Ummul Mukminin berkata : Aku mewangikan Nabi Shalallahu ‘alaihi
wassalam dengan sebaik-baik wangi-wangian pada rambut dan jenggotnya".
Muttafaq ‘alaihi. "Berkata Anas bin Malik : Jenggot Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam
didapati lebat dari sini ke sini, maka diletakkan kedua tangannya di pipinya". HR Ibn
Asyakir (dalam Tarikhnya).

Di dalam kitab ( يرابلا حتف ) Jld. 10: 335, terdapat nash yang ditulis: "Memelihara
jenggot adalah kesan peninggalan yang diwariskan oleh (Nabi) Ibrahim alaihissalam
wa ala nabiyina as salatu wassalam sebagaimana dia mewariskan (wajibnya)
jenggot maka begitu juga (wajibnya) berkhatan".

"Dari Jabir berkata : Sesungguhnya Rasulullah lebat jenggotnya". HR Muslim. "Dari
Muamar berkata : Kami bertanya kepada Khabbab, adakah Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam membaca (al-Quran) di waktu Zuhur dan Asar? Beliau berkata :
Ya! Kami bertanya, dari mana engkau tahu? Beliau menjawab : Dengan
bergerak-geraknya jenggot Rasulullah". HR al Bukhari.

"Dari Jabir berkata : Kebiasaannya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam apabila
bersikat dimulakan pada rambutnya kemudian pada jenggotnya". HR Muslim.
"Dari Umar berkata : Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam lebat
jenggotnya, di riwayat yang lain tebal jenggotnya dan di lain riwayat pula subur
jenggotnya". HR at Tirmidzi.

"Dari Anas bin Malik berkata : Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam
apabila berwuduk meletakkan tapak tangannya yang berair ke bawah dagunya dan
diratakan (air) di jenggotnya. Beliau bersabda : Beginilah aku disuruh oleh
Tuhanku". HR Abu Daud.

"Terdapat pada jenggot (Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam) jenggot yang putih". HR
Muslim.

"Tidak kelihatan uban di jenggotnya kecuali sedikit". HR Muslim.
"Rambut yang putih (uban) di kepala dan di jenggot (Nabi Muhammad Shalallahu
‘alaihi wassalam) tidak melebihi dua puluh helai". HR al-Bukhari.

Semua Para Sahabat Radiyallahu ‘anhu Berjenggot
Melalui keterangan yang diperolehi dari hadits sahih, atsar dan sirah (sejarah para
sahabat) terbukti tidak seorangpun dari kalangan para sahabat yang mencukur
jenggot mereka dan tidak seorangpun yang menghalalkan perbuatan mencukur
jenggot. Ini terbukti karena didapati keseluruhan para sahabat berjenggot.
Sebagaimana keterangan dari hadits-hadits di bawah ini: "Didapati Abu Bakar lebat
jenggotnya, Utsman jarang (tidak lebat) jenggotnya tetapi panjang, dan Ali tebal
jenggotnya". HR Tirmidzi.

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar