Selasa, 28 Juli 2015

Hukum menerangi dan beribadah di makam para wali Allah

Tanya:
Apakah hukum menerangi maqam-maqam para wali dan bernadzar di sana ?

Jawab:
Menerangi maqam-maqam para wali dan Nabi, yakni yang dimaksud si penanya ini
adalah kuburan-kuburan mereka, maka melakukan ini adalah diharamkan.
Terdapat hadits yang shahih bersumber dari Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam bahwa
beliau melaknat pelakunya, karenanya menyinari kuburan-kuburan semacam ini
tidak boleh dan pelakunya dilaknat melalui lisan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa
sallam sendiri.

Jadi, berdasarkan hal ini pula, bila seseorang bernadzar untuk menerangi kuburan
tersebut, maka nadzarnya itu haram hukumnya sebab Nabi Shalallahu ‘alaihi wa
sallam telah bersabda, "Barang siapa yang bernadzar untuk mena’ati Allah maka
ta’atilah Dia dan barang siapa yang bernadzar untuk berbuat maksiat terhadap-Nya,
maka janganlah dia melakukan hal itu (berbuat maksiat terhadap-Nya)." ( Shahih
Al- Bukhari, kitab Al-Imam wa an- Nudzur, no. 6696)

Dia tidak boleh menepati nadzar ini akan tetapi apakah dia wajib membayar kafarat
(tebusan)nya dengan kafarat pelanggaran sumpah karena tidak menepati
nadzarnya tersebut ataukah tidak wajib ?

Di sini terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ‘ulama.pendapat yang lebih
berhati-hati adalah harus membayarnya dengan kaffarat pelanggaran sumpah
karena dia tidak menepati nadzarnya ini, wallahu a’lam.

(Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, kumpulan fatwa tentang aqidah dari Syaikh
Ibnu Utsaimin hal. 28. Dikumpulkan dalam Al Fatawa Asy Syari’iyyah fi Al Masa’il Al
‘Ashriyyah min Fatawa Ulama’ Al Balad Al Haram oleh Khalid Al Juraisiy)

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar