Selasa, 28 Juli 2015

Hukum mengejek sunnah Rasulullah ttg jenggot dll

Bagian 1:

Tanya: Kami melihat masih banyak orang ketika mereka melihat orang lain yang
bersungguh-sungguh dalam beragama atau beribadah malah memperolok-oloknya.
Sebagian yang lain ada yang berbicara tentang agama dengan nada mengejek dan
memperolok-olok. Bagaimanakah orang yang seperti ini?

Jawab: "Memperolok-olok agama Islam atau bagiannya adalah kufur akbar,
berdasarkan firman Allah :

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu),
tentu mereka akan menjawab:"Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan
bermain-main saja". Katakanlah:"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan
Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?".

Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami
mema'afkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan
mengazab golongan (yang lain) di sebabkan mereka adalah orang-orang yang
selalu berbuat dosa. (QS. At Taubah 9 : 65-66).

Barangsiapa mengolok-olok orang yang bersungguh-sungguh dalam beragama
atau menjaga shalatnya disebabkan kesungguhan dan konsistennya di dalam
beragama, maka tergolong ke dalam mengolok-olok agama. Tidak diperbolehkan
duduk-duduk dan bersahabat dengan orang seperti ini. Demikian juga dengan orang
yang membicarakan masalah-masalah agama dengan nada menghina dan
mengejek, maka dapat dikategorikan kafir, tidak boleh berteman dan duduk
bersama mereka. Bahkan kita harus mengingkarinya, mengingatkan orang lain agar
jangan mendekatinya, juga menganjurkan kepadanya agar bertaubat kepada Allah
karena sesungguhnya Dia Maha menerima taubat. Jika ia tidak mau bertaubat,
maka dia dapat diajukan ke pengadilan setelah benar-benar terbukti ia melakukan
penghinaan dan pelecehan terhadap agama Islam dan dengan membawa saksi
yang adil supaya mendapatkan keputusan hukuman dari mahkamah syar’iyyah
(pengadilan Islam).

Intinya, bahwa masalah ini adalah masalah yang sangat besar dan berbahaya,
maka wajib bagi setiap muslim untuk mengetahui ajaran agamanya, supaya dapat
berhati-hati dari hal ini dan agar dapat mengingatkan orang tentang bahaya
menghina, mengolok-olok dan melecehkan agama. Sebab hal ini merusak aqidah
dan merupakan penghinaan terhadap al-haq dan para pelakunya. (Syaikh Ibnu Baz)
Tanya: Apa hukumnya menghina dan mengolok-olok orang yang berpegang teguh
dengan agamanya?

Jawab: Orang yang mengolok-olok mereka yang beriltizam dalam agama Allah,
yang berpegang teguh perintah-perintah Allah maka dapat dikate-gorikan munafik,
karena Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman,

(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mu'-min yang
memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak
memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka
orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan mem-balas penghinaan
mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.” (QS. 9:79)

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar