Rabu, 29 Juli 2015

Hukum Seputar Hewan Qurban

Tanya : Saya mempunyai saudara sepupu yang selalu menyembelih sembelihan
untuk bapaknya/kakeknya setiap tahun dan saya telah menasihatinya lebih dari
sekali, namun ia selalu berkata : aku sudah bertanya dan mereka mengatakan tidak
ada dosanya, maka bagaimanakah hukum yang benar berdasarkan syari'ah ?

Jawab : Apabila ia menyembelih dan maksudnya berkurban di hari raya Idul Adha
dan tiga hari sesudahnya ( 11,12 dan 13 dzulhijjah ) untuk bapaknya atau
kakeknya dll , maka hal itu tidak apa-apa, atau ia menyembelih dan maksudnya
untuk sedekah bagi mereka ( bapaknya/kakeknya dll ) yang akan dibagikan kepada
kaum faqir, maka tidak apa-apa, karena sedekah dengan daging atau makanan
lainnya , semuanya itu bermanfaat bagi yang hidup dan yang sudah meninggal
berdasarkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ketika beliau ditanya oleh
seseorang tentang sedekah untuk ibunya yang telah meninggal dunia,
"apakah boleh saya bersedekah untuk ibuku?" maka Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam menjawab : "ya , bersedekahlah untuknya" . (HR.Bukhari) dan dalam
riwayat Muslim: "apakah ia akan mendapatkan pahala ,jika aku bersedekah
untuknya ? maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : " ya".
Singkat kata, para ulama sepakat bahwa sedekah bagi yang seudah meninggal
bermanfaat baginya, begitu juga dengan do'a. Oleh karena itu jika ia bermaksud
dari sembelihan itu sedekah bagi bapaknya atau kakeknya atau ia menyembelih
sembelihan itu sebagai kurban di hari Idul Adha yang pahalanya ditujukan kepada
Bapaknya dll yang sudah meninggal karena mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala,
maka tidak apa-apa dan dia akan mendapatkan pahala begitu juga yang sudah
meniggal sesuai dengan keikhlasannya dan kesucian sumber harta yang digunakan
untuk itu.

Adapun jika ia melaksanakan itu untuk mendekatkan diri kepada yang sudah
meninggal, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menyembelih untuk
ahli kubur, berhala, jin dll agar mendapatkan pertolongan mereka, atau agar
mereka memberikan manfaat dan menjauhkan mereka dari penyakit dan segala
bahaya, maka itu adalah perbuatan syirik, sebagaiman Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda : "Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah,"
(HR.Muslim)

(Dikutip dari Fatwa-fatwa tentang Qurban
Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin; Syaikh Abdul Aziz Abdullah Bin Baz, Majmu'
Fatawa, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Jilid 6 hal,385)

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar