Sabtu, 15 Agustus 2015

KOREKSI PEMAHAMAN AHMADIYYAH DAN SALAMULLAH

Bagian 1:

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pemimpin utama Jemaah Ahmadiyah yang bernama Mirza Ghulam Ahmad dari negeri India dan Jemaah Salamullah yang dipimpin oleh Lia Aminuddin dari Indonesia, masing-masing telah mengaku mendapatkan wahyu dari Allah Azza Wajalla dan telah pula mengaku diangkat menjadi Imam Mahdi sebagaimana yang konon diriwayatkan oleh beberapa sabda Nabi Muhammad Saw dalam beberapa Hadist yang otoritas ke-Shahihannya serta penafsirannya sendiri sebenarnya masih mengandung perdebatan antar para umat Islam.
Di dalam salah satu riwayat yang diatasnamakan kepada Ibnu Abbas, Rasulullah saw. dikabarkan pernah bersabda:
 
"Tidak akan hancur umat [Islam] yang aku berada di muka, Isa di akhir dan Mahdi di tengahnya"
(
Sunan Nasai; Faidhul Qadir, jld.5,h.301; Nuzul Isa Ibni Maryam Akhir Az Zaman, Imam Jalaluddin Abdur Rahman As-Suyuthi, terj. Bhs.Indonesia: Turunnya Isa Bin Maryam Pada Akhir Zaman, A.K.Hamdi, CV Haji Masagung,Jakarta,1989, h.89)
Dalam satu Hadist lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dikatakan pula Rasulullah Saw pernah bersabda :
"Tidak ada Mahdi selain Isa"
(
Riwayat Ibnu Majah).
Mengenai bakal turunnya Imam Mahdi, kepercayaan di kalangan pencinta ahli Bait yang lebih dikenal sebagai kaum Syî‘ah lebih kuat dan merata daripada di kalangan umat Islam dari berbagai aliran selain mereka.
Sebutan seseorang sebagai al-mahdî (orang yang mendapat hidayah Ilahi) agaknya mula-mula muncul sebagai sebutan kehormatan, khususnya untuk para anggota Ahl al-Bayt (Keluarga Nabi) dari garis keturunan ‘Alî ibn Abu Thâlib dan Fâthimah. Ada indikasi bahwa kedua putera ‘Alî dan Fâthimah, yaitu Hasan dan Husein (al-Hasan dan al-Husayn) sejak dari semula sudah digelari sebagai al-Mahdî.
Ini cukup logis, baik dari sudut pandang kaum Sunnî maupun, lebih-lebih lagi, kaum Syî‘î, mengingat kedua cucunda Nabi itu dihormati sebagai tokoh-tokoh yang telah menempuh hidup di bawah bimbingan Allah.
Di kalangan kaum Syî‘î, Mahdisme merupakan salah satu pandangan keagamaan yang sangat kuat, jauh lebih kuat daripada di kalangan kaum Sunnî. Bahkan dapat dikatakan bahwa Mahdisme hampir-hampir identik dengan Syî‘isme, baik kalangan Syî‘ah Istnâ ‘Asy`arîyah (juga disebut Syî‘ah Ja‘farîyah atau Mûsawîyah) maupun kalangan Syî‘ah Sab‘îyah (lebih umum dikenal dengan sebutan Syî‘ah Ismâ‘îlîyah).
Namun ada yang melacak bahwa paham tentang Imam Mahdi itu asal mulanya timbul di kalangan kaum Kaysânîyah, yaitu para pengikut Muhammad ibn al-Hanafîyah, seorang keturunan ‘Alî dari isterinya yang berasal dari wanita suku Banî Hanîfah. (Maka cukup menarik untuk diperhatikan bahwa tokoh putera ‘Alî ibn Abu Thâlib yang bernama Muhammad ini tidak disebut "ibn ‘Alî", melainkan "ibn al-Hanafîyah" yang merujuk kepada ibunya; dengan begitu ia ditegaskan sebagai bukan keturunan Nabi saw., karena keturunan beliau hanya ada dari kerturunan puteri beliau, Fâthimah).
Setelah Muhammad ibn al-Hanafîyah meninggal, para pengikutnya percaya bahwa ia menghilang dalam persembunyian di Gunung Rawdlah di Arabia barat-laut, kawasan antara Yanbû‘ dan Madînah. Mereka percaya bahwa tokoh itu kelak akan muncul kembali untuk menegakkan keadilan di bumi, sebagai Imam Mahdi. Saat sekarang ini, dalam kepercayaan para pengikutnya, Muhammad ibn al-Hanafîyah adalah seorang Imam yang masih dalam persembunyian (al-Imâm al-Ghâ’ib), sekaligus Imam yang dinantikan (al-Imâm al-Muntazhar). (Lihat: Mesianisme dalam kehidupan beragama)
Sementara itu, Mirza Ghulam Ahmad, kelahiran Qadian-India 13 Februari 1835, mengaku menerima suara dari langit pada bulan Maret 1882 yang menyatakan diangkatnya Mirza Ghulam sebagai "Ma'mur Minallah" atau "Utusan Allah" dan mengklaimkan diri pula sebagai seorang Mujaddid (pembaharu agama), yang dilanjutkan pada awal tahun 1891 Mirza Ghulam Ahmad mendakwakan bahwa dirinya telah diangkat oleh Allah Swt sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau'ud atau Isa yang dijanjikan.
(lihat:
http://thewww.com/ahmadina/sejarah.htm )
Selain itu juga ia sebagai Juru Selamat dari umat Budha (Reinkarnasi Budha), umat Hindu (Kalky Authar), umat Kong Hu Chu, umat Zoroaster dan tentu saja umat Kristen yaitu datangnya Jesus untuk mendekatkan kerajaan langit dan bumi.
(Amanat Hz.Khalifatul Masih IV Pd Tasyakur Seabad Jemaat Ahmadiyah,23 Maret 1889-1989, Souvenir Peringatan Seabad Gerhana-bulan dan Gerhana-matahari Ramadhan 1894-1994,Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1994,h.7)
Referensi diambil dari: http://thewww.com/ahmadina/akidah.htm
Dengan menetapkan Masih Mau'ud dan Mahdi itu satu orangnya, kedatangan Almasih tsb. dianggap sebagai kedatangan Rasulullah saw. untuk kedua kalinya. Dan orang-orang yang menerima kedatangan Masih Mau'ud tsb. dinyatakan sebagai para sahabat Rasulullah saw. juga, namun yang belum pernah bergabung/berjumpa dengan para sahabah yang hidup dimasa Rasulullah saw. (Al-Jum'ah:3-4). Dengan itu di kalangan umat Islam pecinta Rasulullah saw. timbul kedambaan yang meluap-luap terhadap Almasih yang dijanjikan tsb.
Pada akhir tahun 1890, yaitu beberapa waktu sebelum Mirza Ghulam Ahmad memproklamirkan dirinya sebagai Imam Mahdi dan Almasih, ia mengatakan telah memperoleh ilham dari Allah bahwasanya Nabi Isa Putra Maryam telah wafat:
"Masih ibnu Maryam rasul Allah faot hocuka he aor uske rangg me ho kar wa'dah ke muwafiq tu aya he -- Masih Ibnu Maryam rasul Allah telah wafat, dan dalam warnanya engkau telah datang sesuai dengan [yang] dijanjikan" (Izalah Auham h.561-562; Tadzkirah, edisi ke-3, Al-Syirkatul Islamiah, Rabwah, 1969,h.183)
Jadi menurut Mirza Ghulam seseorang yang telah wafat tidak akan hidup kembali dan datang ke dunia ini. Oleh karena itu, orang yang dijanjikan kedatangannya tsb. tentu pribadi lain yang memiliki kesamaan dengan Almasih yang tidak lain adalah dirinya sendiri.

Pada tahun 1898 diperoleh informasi bahwasanya kuburan Nabi Isa as. terdapat di Srinagar, Kashmir. Mirza Ghulam Ahmad mengirimkan ekspedisi untuk menelusuri bukti-bukti perjalanan hijrahnya Nabi Isa dari Palestina ke Kashmir sampai beliau as. wafat disana.
Dan pada tahun 1899 Mirza Ghulam Ahmad menulis buku Almasih Hindustan Me (Almasih Di India), yang diklaim memuat bukti-bukti sejarah serta kesaksian-kesaksian sosial budaya kawasan yang diperkirakan pernah dilalui oleh Nabi Isa dalam perjalanan beliau mencari domba-domba Bani Israili yang hilang, di kawasan Iran, Afghanistan, hingga ke Kashmir, India.
Berbeda dengan pengklaiman Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) yang mengaku sebagai Imam Mahdi sekaligus juga Isa Almasih, Lia Aminuddin dari Indonesia mengaku telah disapa oleh seorang Malaikat bernama "Habib Al-Huda" pada tanggal 27 Oktober 1995 yang akhirnya pada tanggal 28 Juli 1997 makhluk tersebut mengaku bahwa dia sesungguhnya adalah Malaikat Jibril utusan Allah yang membawa misi mengabarkan kebangkitan Imam Mahdi dan Isa Almasih pada akhir jaman. (lihat: Perkenankan Aku Menjawab Sebuah Takdir)
Adapun Imam Mahdi yang dimaksud adalah tidak lain Lia Aminuddin sendiri yang lahir dikota Ujungpandang pada tanggal 21 Agustus 1947, sementara sang Nabi Isa Almasih adalah Ahmad Mukti, kelahiran 1 Juni 1972, putra ketiga dari empat bersaudara buah perkawinannya dengan Ir. Aminuddin Day, MSc, seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Meniliki sosok Ahmad Mukti, tidak ada yang istimewa dalam kehidupan masa lalunya. Pendidikan sekolah SD-SMA diselesaikannya di Jakarta. Bahkan ia pernah di DO (drop out) dari STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) karena memiliki nilai yang kurang memadai. Dan terpaksa melanjutkan studi S-1 di Jurusan Akuntansi Universitas Trisakti, Jakarta.
Ahmad Mukti sebelumnya diketahui tidak terlampau akrab dengan Jemaah Salamullah yang dipimpin oleh ibunya. Dia juga tidak pernah kelihatan menjadi Imam Sholat fardu berjamaah ataupun Sholat amanatuhu - Sholat sunah versi mereka.
Kebangkitan Nabi Isa menurut Lia Aminuddin diketengahkan melalui sebuah kelahiran dan Ahmad Mukti itu menerima ruh Nabi Isa sejak awal ketika dia masih berupa janin di dalam kandungan. Sejak kelahiran sampai dia dewasa, keadaannya disimpan, tidak diberitahukan demi perlindungan kepadanya. Persembunyian ini ditujukan untuk menghindarkan dirinya dari pembinasaan oleh dajjal. Sebagai Nabi Isa yang kelak akan membunuh dajjal tentulah oleh dajjal hal itu ingin digagalkan. Maka, keadaan Nabi Isa ini diungkapkan setelah dia berumur 26 tahun, pada saat pembaiatannya.
Kedatangan dajjal diberitahukan bersamaan dengan kebangkitan Nabi Isa. Maka kedatangan dajjal itu tak dapat dihindarkan oleh Nabi Isa. Sedangkan dia ingin dikemukakan sebagai manusia biasa oleh Allah demi untuk menghentikan pengkultusannya. Umat Nasrani telah mempersekutukan Nabi Isa dengan Allah. Maka pada kebangkitan Nabi Isa ini dia dikemukakan sebagai orang yang belum menerima perisai-perisainya Nabi Isa.
Dia hanya disebutkan sebagai Nabi Isa. Maka untuk membela dia dari serangan dajjal dan orang-orang yang tak menginginkannya, maka Allah menunjuk ibunya sebagai Imam Mahdi sebagai orang yang mengemukakan kebangkitannya dan sekaligus sebagai penjaganya. Nabi Isa dan Imam Mahdi merupakan suatu kesatuan yang solid untuk menyampaikan perintah-perintah dan amanah Allah. Keduanya saling menjaga dan tugas mereka saling melengkapi.
Misalkan Imam Mahdi dan Nabi Isa itu terpisah dan tak saling berkaitan, amanah-amanah Allah itu kembali menjadi pertentangan antara umat Kristen dan umat Islam.
Dengan pernyataan ini, secara tidak langsung, Lia Aminuddin telah membatalkan pengklaiman Jemaah Ahmadiyah mengenai ketunggalan Almasih dengan Imam Mahdi dalam sosok Mirza Ghulam Ahmad.
Selanjutnya sebagai pembuktian bahwa Ahmad Mukti adalah Nabi Isa, maka ruh Siti Maryam dikabarkan telah mendampingi Lia Aminuddin melalui sosoknya pada diri beliau setiap saat bila diperlukan (kondisi trance). Dengan cara inilah konon Allah memberikan sarana bagi Lia Aminuddin untuk membuktikan bahwa anaknya , Ahmad Mukti itu, adalah Nabi Isa.
Ketika berkunjung ke Masjid Nabawi-Madinah Al Munawarah, Sabtu 18 Oktober 1997, di depan makam Rasulullah Muhammad Saw tiba-tiba Lia Aminuddin mengalami in trance. Lalu ia mendengar suara di dalam kalbunya, semacam isyarat dari Rasul. 


"STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM"
Oleh ARMANSYAH

Sponsor link:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar