Kamis, 13 Agustus 2015

P E N D A H U L U A N

Berawal dari Peti Mati

James D. Tabor, seorang Ketua Jurusan Studi Keagamaan di Universitas North Carolina Charlotte, Amerika, pada tahun 2006 telah menuai kontroversi dikalangan agamawan maupun sarjana biblika melalui bukunya berjudul Dinasti Yesus yang memaparkan penemuan peti mati keluarga Yesus (Isa al-Masih) disatu tempat dikawasan Yerusalem yang bernama Talpiot. Dalam buku yang edisi bahasa Indonesianya diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama itu, James D. Tabor tidak hanya bercerita tentang temuan peti-peti mati yang berinkripsi atau bertuliskan nama-nama tokoh utama dalam kitab suci Kristen saja akan tetapi telah mencoba mengupas semua cerita yang ada seputar mereka secara berbeda dan sangat berani.


Dibuku tersebut, James menyampaikan begitu banyak asumsi-asumsi yang disebutnya sebagai sebuah karya sejarah dari hasil investigasi historisnya terhadap Yesus dan keluarganya yang diakuinya sendiri bersifat radikal dan sebuah kisah terakbar yang tidak pernah diceritakan sebelumnya, sehingga karena itu maka akan sangat dipahami bila ada pihak-pihak yang merasa kesal maupun marah atas karyanya itu.
 
Terbukti kemudian bisa ditemui berbagai tulisan telah dibuat untuk membantah maupun menggugurkan argumentasi-argumentasi yang ditulis oleh James D. Tabor dalam buku maupun situsnya di Internet. Hampir semua kritik ditulis oleh orang-orang Kristiani yang merasa imannya digugat oleh seorang sejarawan Amerika yang mengaku sebagai historian of religions ini, disamping ada juga satu dua orang Kristiani sekuler yang mengesankan posisinya berada pada James D. Tabor dengan berupaya menterjemahkan ulang doktrin-doktrin keimanan Kristianinya berdasarkan apa-apa yang telah disampaikannya tentang kesejarahan dari Yesus Kristus dan dinastinya. Di Indonesia, satu dari sedikit orang Kristiani seperti ini adalah Ioanes Rakhmat, Dosen Kajian Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta yang mengawalinya dengan sebuah tulisan disalah satu Harian Nasional pada tanggal 5 April 2007.
 
Sayang sekali bahwa dari kalangan Islam sendiri, terutama di Indonesia, bisa disebut hampir belum ada yang mencoba mengkritisi buku Dinasti Yesus karya James D. Tabor ini yang dibanyak lembaran-lembaran halamannya telah menyebarkan berbagai pandangan baru dan terbalik tentang tokoh-tokoh terhormat didalam al-Qur’an dengan dalih pembuktian sejarah. Sebaliknyanya justru seringkali dijumpai dalam banyak halaman perdiskusian maupun blog di Internet yang ditulis oleh umat Muslim dengan mencoba menjadikan karya James D. Tabor ini sebagai argumentatif keimanannya ketika berhadapan dengan lawan debatnya dari Kristiani. Entah apakah yang bersangkutan lebih banyak masa bodoh dengan semua penghinaan yang disampaikan didalam buku itu terhadap status Isa sebagai anak haram yang lahir dari sebuah perzinahan antara Maria (ibunya) dengan seorang tentara Romawi yang didalam al-Qur’an justru mendapat bantahan ataukah juga yang bersangkutan justru belum pernah membaca tuntas buku tersebut dan lebih banyak hanya melakukan kutipan-kutipan atau copy-paste dari tulisan orang lain yang sudah terlebih dahulu membacanya, kita tidak bisa mengetahuinya secara jelas.
 
Akan tetapi jika Allah saja merasa perlu untuk mencantumkan bantahan-Nya seputar status tercemarnya kesucian dari seorang wanita bernama Maryam dengan kelahiran puteranya yang tanpa bapak didalam wahyu yang diterima oleh Muhammad dan diimani oleh setiap Muslim, maka itu artinya memang bukan perkara yang harusnya bisa dianggap sebagai angin lalu saja.
 
Buku ini mencoba untuk memberikan tinjauan-tinjauan ulang terhadap semua uraian James D. Tabor melalui bukunya Dinasti Yesus ataupun tulisan-tulisannya yang ada didalam blog pribadinya di Internet dari sudut pandang Islam dan sejumlah literatur kesejarahan berkaitan. Tidak itu saja, buku ini juga akan mengupas beberapa topik permasalahan klasik yang sering menjadi tema-tema utama setiap perdiskusian lintas iman di Internet antara Islam dan Kristen menyangkut "status kesejarahan" dari Isa al-Masih mulai dari masa kecilnya, dakwahnya ditengah Bani Israel sampai misteri penyalibannya dan tidak ketinggalan menyangkut kontroversi ketuhanan yang dilekatkan terhadap dirinya oleh pihak gereja. Dalam menjawab argumen-argumen James D. Tabor, buku ini akan menggunakan beberapa literatur yang sama dengan yang digunakan oleh Tabor misalnya dalam pembahasan seputar masa kecil perawan Maria, hubungan Maria dengan Yusuf yang dinyatakan sebagai suaminya serta fakta tentang saudara-saudara Nabi Isa al-Masih ( Brethren of the Lord ).


Rekonsruksi Sejarah Isa Almasih
Oleh: Armansyah

Kunjungi juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar